Sabtu, 22 Desember 2012

Prodi Tafsir Hadis dalam Keistimewaan


Prodi Tafsir Hadis dalam Keistimewaan
Add caption
Oleh: Maghfiroh*[1]
Memilih dan menekuni studi Tafsir Hadis merupakan cita-cita sedikit orang. Hal ini terbukti dengan  jumlah mahasiswa program studi tafsir hadis yang lebih sedikit dibandingkan dengan program studi yang lainnya. Walaupun, memang masih mungkin ada yang lebih sedikit lagi mahasiswanya dibandingkan Prodi TH, akan tetapi TH untuk saat ini masih tergolong prodi yang minim peminat. Fakta ini bisa contohkan dengan yang ada di kampus saya ( STAIN Ponorogo. red). Dari 1015 mahasiswa baru yang masuk tahun ini, tercatat hanya ada 35 orang yang terdaftar sebagai mahasiswa Prodi TH. Ironis bukan?.
Namun demikian, sedikit dalam hal kuantitas tidak selalu paling rendah dalam hal kualitas. Mahasiswa Prodi TH  selalu berusaha menjadi pioner dalam segala lini di gelanggang kampus kami tercinta. Berbagai kegiatan keintelektualan mulai kajian mingguan, pelatihan, dan seminar berhasil kami gelar sebagai ajang pengembangan SDM kami. Upaya perluasan jaringanpun sedang kami galakkan, seperti halnya keikut sertaan kami dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis  Indonesia (FKMTHI) ini, diharapkan bisa membawa kemajuan Prodi Tafsir Hadis di kampus kami. Forum yang secara tidak langsung memberikan kesempatan studi banding dengan kampus lain. Informasi-informasi baru tentang Tafsir Hadis bisa kita akses dengan mudah. Forum yang kami harapkan  bisa bertindak sebagai wadah kreasi dan penyalur ide menuju masa depan TH yang cerah.   
            Salah seorang dosen progresif di kampus kami, pernah menasihati kami tentang satu hal, bahwa sebuah objek akan menjadi istemewa tergantung bagaimana kita memperlakukannya. Seperti halnya kajian tafsir hadis akan menjadi suatu hal yang istimewa jika kita memperlakukannya secara istimewa. Yang menjadi pertanyaan tentu Perlukah sebuah perlakuan istimewa dalam kajian tafsir hadis?  langkah apa yang harus kita lakukan untuk menjadikan kajian tafsir hadis itu menjadi istemewa? Siapa saja yang berwenang menjadikan kajian tafsir hadis menjadi istemewa?. Beberapa pertanyaan diatas akan mengawali tulisan sederhana penulis ini.


Istimewa: Prodi Tafsir Hadis mendunia
             Program Studi Tafsir-Hadis mempunyai hajat dapat menghasilkan sarjana yang menguasai ilmu-ilmu al-Qur’an dan ilmu-ilmu Hadis, sarjana yang mampu memproduksi pemikiran-pemikiran baru yang berasal dari dua sumber pokok Islam tersebut. Dua sumber hukum islam yang selalu menjadi rujukan istimewa bagi para penganutnya. Sebagai sumber rujukan pertama dan kedua dalam pengambilan keputusan ajaran islam, tentunya kajian terhadap dua objek tersebut menjadi hal yang sangat dibutuhkan selama agama Islam masih dianut oleh manusia di bumi ini.
Problem-problem baru yang muncul dalam masyarakat saat ini, tentunya membutuhkan penyelesaian baru. Membutuhkan penafsiran baru yang ramah lingkungan, yang bisa membawa rahmat bagi seluruh alam.  Seperti jargon agama Islam, agama  rahmatal lil ‘alamin. Dari sini, program studi tafsir hadis, menjadi penting adanya.
Memperlakukan kajian studi tafsir hadis secara istimewa agaknya menjadi kewajiban bagi semua umat Islam. Khususnya, pihak-pihak yang terlibat dalam pengkajian tafsir hadis. Langkah konkrit untuk menjadikan kajian hadis menjadi hal yang istimewa menurut hemat penulis adalah dengan mengadakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan tafsir hadis. Selain kajian dalam forum-forum kecil, diskusi, pelatihan, ataupun seminar yang sudah sering dilakukan, sebuah ajang kompetisi dalam hal pengkajian tafsir hadis pun bisa kita coba untuk memberikan ruang khusus bagi masyarakat Prodi Tafsir Hadis di Indonesia.
Selanjutnya, upaya pembukuan hasil-hasil dari berbagai kegiatan pengkajian tafsir hadis juga perlu dilakukan, mengingat masih minimnya buku-buku tafsir hadis. Dalam hal peredaran buku, dibandingkan dengan buku-buku tentang kajian tafsir, buku-buku tentang kajian hadislah yang masih sangat minim menurut sepengetahuan penulis. Maka dari itu, mengabadikan kajian tafsir hadis dalam bentuk buku, bisa menjadi alternatif  pengkajian hadis semakin istimewa.
Memberi bekal para mahasiswa Prodi Tafsir Hadis dengan kemampuan berbahasa Arab dan berbahasa Inggris dengan baik dan benar dirasa sangat penting, selain itu kemampuan mahasiswa dalam penggunaan IT juga menjadi hal yang sangat dibutuhkan. Mahasiswa Tafsir Hadis yang menguasai IT akan berbeda dengan mahasiswa yang gaptek. Kemajuan zaman yang semakin pesat menuntut Prodi Tafsir Hadis untuk menyesuaikan dengan kebutuhan zaman.
Dari paparan diatas, dapat disimpulkan bahwa Prodi Tafsir Hadis akan menjadi istimewa dan diminati banyak orang dengan berbagai langkah konkrit. Publikasi dalam bentuk kajian-kajian ilmiah, pembukuan hasil-hasil kegiatan, pemberian bekal kemampuan berbahasa asing dan penguasaan di bidang IT menjadi faktor terpenting dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Upaya-upaya ini tentunya memerlukan kerjasama dari berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, dosen, dan para pejabat sang pembuat kebijakan. Dibutuhkan para akademisi yang kreatif, pengajar yang memang kompeten dalam bidangnya, dan juga kucuran dana khusus dari para penyokong pendidikan untuk  Prodi Tafsir Hadis.
Wallahu a’lam. Salam Tafsir Hadis se- Indonesia.
Ponorogo, 9 Oktober 2012


[1] Mahasiswa Program studi Tafsir Hadis semester VII, sedang memangku amanah sebagai Ketua Senat Mahasiswa Jurusan Ushuluddin STAIN Ponorogo masa risalah 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar